Tampilkan postingan dengan label HARDWARE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HARDWARE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2015

JENIS-JENIS SOCKET PROCESSOR

Adapun beberapa pengertian dari processor antara lain Processor adalah sebagai otak dan pusat pengendali computer. Processor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat (kontrol). Processor terletak pada socket yang telah disediakan oleh motherboard, dan dapat diganti dengan processor yang lain asalkan sesuai dengan socket yang ada pada motherboard. 
Salah satu yang sangat besar pengaruhnya terhadap kecepatan komputer tergantung dari jenis dan kecepatan processor. Prosesor adalah chip yang sering disebut “Microprocessor” yang sekarang ukurannya sudah mencapai Gigahertz (GHz) yang sangat bergantung pada FSB (frequuency side bus) dan faktor pengali (multiplier). Merk processor yang banyak beredar dipasaran adalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel.
Perkembangan processor  akan menghasilkan jenis socket yang diperlukan sesuai pin yang tersedia pada processor. Adapun jenis dan penggunaan socket processor akan diuraikan sebagai berikut :
  1. Socket Processor SLOT 1
     
Processor yang digunakan :
Pentium 2, 233 – 450 MHz
Pentium 3, : 450 MHz – 1,33 GHz
Celeron : 266 MHz – 433 MHz
VIA Cyrix III : 350 – 733 MHz
VIA C3 : 733 MHz – 1,2 GHzFSB 66 MHz, 100 MHz, dan 133 MHz  frequency  side bus 4,5 x 100
  1. Socket 370
Processor yang digunakan :
Pentium 3,  500 – 1133 MHz, 1000 - 1400 MHz
Celeron : 300 MHz – 533 MHz, 533 – 1100 MHz, 900 – 1400 MHz
VIA Cyrix III : 500 – 1200 MHz
FSB = 66, 100, 133 MHz
  1. Socket 423
Processor yang digunakan :
Pentium 4,  1,3 GHz – 2 GHz
FSB : 400 MHz
  1.  Socket 478 ( PGA- ZIF)
Processor yang digunakan :
Intel Pentium 4 (1.4 - 3.4 GHz)
Intel Celeron (1.7 - 2.8 GHz)
Celeron D (2.13 - 3.2 GHz)
Intel Pentium 4 Extreme Edition (3.2, 3.4 GHz)
FSB : 400 MHz, 533 MHz, 800 MHz
  1.  Socket LGA 775
  
Processors Intel Pentium 4 (2.60 - 3.80 GHz)
Intel Celeron D (2.53 - 3.60 GHz )
Intel Celeron D (2.53 - 3.60 GHz )
Intel Pentium 4 Extreme Edition (3.20 - 3.73 GHz)
Intel Pentium D (2.66 - 3.60 GHz)
Pentium Extreme Edition (3.20 - 3.73 GHz)
Pentium Dual-Core (1.40 - 3.33 GHz)
Intel Core 2 Duo (1.60 - 3.33 GHz)
Intel Core 2 Extreme (2.66 - 3.20 GHz)
Intel Core 2 Quad (2.33 - 3.00 GHz)
Intel Xeon (1.86-3.40 GHz)
Intel Celeron (1.60 - 2.40 GHz)
FSB  yang digunakan :
133 MHz (533 MT/s)
200 MHz (800 MT/s)
266 MHz (1066 MT/s)
333 MHz (1333 MT/s)
400 MHz (1600 MT/s)
  1.  Socket LGA 1155 ( Socket H )
Core i5-2xx = 2,3 GHz -3,3 GHz
  1.  Socket LGA 1156
Prosesor yang digunakan :
Intel Core i3-5xx   : 2,93 – 3,33 GHz
Intel Core i5-7xx, 2,4– 2,8 GHz
i5-6xx, 3,2 – 3,6 GMHz
  1.  Socket LGA  1366 ( Socket B )
Prosesor yang digunakan
2,4 GHz, 2,93 GHz dan 3,2 GHz
Intel Core i7 (9xx series)     3,2 Ghz – 3,47 GHz
Intel Xeon (35xx, 36xx,
55xx, 56xx series)
Intel Celeron P1053
  1. Socket LGA 2011 ( Socket R )
 
Core i7 Extreme 3980X[8] 3.40-3.50Ghz
Core i7 Extreme 3960X 3.30GHz
Core i7 3930K 3.20GHz
Core i7 3820 3.60GHz

Selasa, 23 Desember 2014

MERESET PASSWORD BIOS

Mereset Bios atau cmos ialah mengembalikan settingan Bios menjadi settingan default pabrik sehingga perubahan settingan pada Bios akan hilang termasuk Password yang ada di Bios. Password Biso disimpan  di dalam memori CMOS, dan data-data BIOS dismpan dan dipertahankan oleh baterai pada saat laptop atau komputer dimatikan. Password BIOS dibuat untuk memproteksi pada laptop atau komputer anda dari tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Namun seringkali kita dipusingkan karena kita lupa passwordnya.
Cara mengembalikan atau mereset password bios adalah :
Cara 1 : Melepas Baterai CMOS
  1. Matikan komputer anda
  2. Lepaskan baterai CMOS beberapa saat
  3. memori CMOS akan dihilangkan
  4. Hidupkan kembali komputer anda
Cara 2 : Rubah Posisi Jumper
  1. Matikan komputer anda
  2. Ubalah jumper CMOS dari posisi 1-2 ke posisi 2-3
  3. Kalau setingan jumpernya benar, Bisasanya komputer tidak akah hidup jika tombol power ditekan
  4. Pindahkan lembali jumper ke posisi 1-2
  5. Hidupkan kembali komputer anda
 Cara 3 : Menggunakan software  bios_pw.exe
  1. Download software bios_pw.exe di sini
  2. Buka PC anda, dan tekan tombol del atau F2 untuk masuk ke BIOS
  1. Masukkan sembarang password sampai muncul pesan system disabled seperti gambar berikut ini !
  1. Copy file bios_pw.exe ke komputer lain yang BIOSnya tidak bermasalah, misalnya di drive D
  2. Masuk ke dos prompt : start-All Program - Accesories - command prompt ( window R ketik cmd - enter)
  3. pindah ke drive d :  lalu ketik : bios-pw 14452 - enter
  4. perhatikan dan catat password yang muncul seperti gambar berikut ini !
  1. Gunakan password ini sebagai password BIOS
Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk agan-agan sekalian

Kamis, 14 November 2013

MENGATASI ERROR PADA PRINTER CANON MP140, MP145, MP150 DAN MP160 SERIES

Cara ini digunakan untuk mengatasi error pada printer MP 140, MP145, MP 150 dan MP 160. Biasanya digunakan jika printer rusak dengan keterangan Ink Absorbser is Full.
Adapun langkah-langkah mereset adalah sbb:
  1. Pastikan kabel power printer sudah terpasang dan terhubung dengan listrik. 
  2. Tekan dan tahan tombol Stop/Reset bersamaan dengan itu Tekan dan tahan tombol Power 
  3. Lepas tombol Stop/Reset tetapi tombol power tetap ditahan
  4. Tekan tombol Stop/Reset 2 (dua) kali, kemudian lepas tombol Power.
  5. Tunggu sampai proses printer melakukan inisiasi, Tongue out selesai, 
  6. Apabila indikator pada LCD menunjukkan angka 0 artinya printer sudah ready.
  7. Tekan tombol Stop/Reset 4 (empat) kali. Tunggu sejenak
  8. Tekan tombol Power Tekan sekali lagi untuk mematikan printer. Kalau tidak ada respons tekan tombol power sekali lagi sampai printernya mati.
  9. Hidupkan kembali printer anda, dan siap dipakai kembali 
Semoga bisa membantu agan-agan sekalian.  salam admin

Senin, 24 Oktober 2011

CARA MEN-DISABLE AUTORUN PADA USB

Pada flash disk yang terkena virus biasanya (tidak selalu) terdapat file autorun.inf yang di dalamnya terdapat perintah untuk menjalankan program virus. Nah, ketika flash disk tersebut dimasukkan ke drive USB yang fitur autorun-nya tidak di-disable maka secara otomatis Windows akan menjalankan program pada background tanpa adanya konfirmasi kepada user.
Salah satu cara untuk mengurangi resiko terkena virus tersebut adalah dengan mendisable fitur autorun pada drive USB. Ada pun caranya adalah sebagai berikut:
1. Klik tombol Start - Run.
2. Ketik gpedit.msc dan tekan OK.
3. Klik pada User Configuration - Administrative Templates - System.
4. Klik 2x pada Turn Off Autoplay.
5. Klik pada option Enable.
6. Pada option Turn off Autoplay on, pilih All drives.
7. Klik OK.
8. Selesai.

NB: perintah gpedit.msc hanya bisa dijalankan di Windows XP Professional.