Selasa, 08 Agustus 2023

MERDEKA BELAJAR

 




Apa itu Merdeka Belajar

Merdeka belajar adalah upaya untuk mentransformasi Pendidikan Indonesia dengan tujuan  menciptakan Sumber Daya Manusia yang cerdas dan unggul serta memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila.

Kebijakan Merdeka Belajar sudah diluncurkan oleh kemdikbudristek sampai pada episode 24. Untuk lebih memahami apa saja yang sudah dilakukan setiap episode silahkan berliterasi melalui tautan pada laman https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/merdeka-belajar

Tujuan Merdeka Belajar

Tujuan program Merdeka Belajar adalah untuk menciptakan pendidikan Indonesia yang berkualitas, baik satuan pendidikan, komunitas dalam satuan pendidikan, guru dan peserta didik.
Melalui Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar (yang sudah diluncurkan pada episode 15) diharapkan membantu guru dalam meningkatkan kompetensinya seperti merencanakan pembelajaran yang lebih fleksibel dan terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.
Platform Merdeka Mengajar (PMM) dibangun untuk menunjang Implementasi  Kurikulum Merdeka agar dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka. PMM ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang Merdeka Belajar  dan Implementasi Kurikulum Merdeka melalui fitur pelatihan mandiri. Hal ini sesuai dengan informasi yang diperoleh dari sumber  website berikut ini (Admin SMP."Merdeka Belajar Episode 15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar".Dikases pada tanggal 8 Agustus 2023 dari halaman : "https://ditsmp.kemdikbud.go.id/merdeka-belajar-episode-15-kurikulum-merdeka-dan-platform-merdeka-mengajar/".

Ciri-Ciri Kurikulum Merdeka

  1. Pengembangan "soft skills" dan karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
  2. Fokus pada materi esensial.
  3. Pembelajaran yang fleksibel menyesuaikan dengan kebutuhan murid.

Kompetensi Awal yang harus dimiliki guru

1. Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik

  1. Untuk menjadi seorang pendidik kita perlu menyesuaikan kompetensi dengan konteks  zaman. Guru senantiasa terus  belajar meningkatkan kompetensinya demi tugas sebagai fasilitator bagi murid. 
  2. Apapun yang dilakukan guru di kelas sebenarnya sedang membentuk murid menjadi anggota masyarakat pada masa yang akan datang. Itulah mengapa guru harus senantiasa belajar sesuai konteks dan perkembangan zaman agar mampu memfasilitasi murid secara optimal.
  3. Peran guru adalah menyiapkan suasana belajar yang menyenangkan bagi muridnya, terus belajar menyiapkan pembelajaran  yang membuat murid takjub dan berkesan positif.

2. Mendidik dan Mengajar

  1. Mendidik adalah menuntun segala kodrat yang ada pada murid sehigga tumbuh dan berkembang mencapai masa keselamatan dan  kebahagiaan setinggi tingginya baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
  2. Mempersiapkan suasana belajar yang mampu membuat murid tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya mencapai kebahagiaan setinggi tingginya.
  3. Menanamkan nilai dan budaya bangsa adalah hal utama dalam pendidikan. dengan demikian kelak menjadi bangsa yang berkarakter.
  4. pendidikan harus memperhatikan kebutuhan murid lahir dan batin. penanaman kognitif belum cukup, tapi harus dibarengi dengan kebutuhan spiritual dan sosial sehingga murid  dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan menjadi manusia seutuhnya sesuai kodratnya. 
  5. Mengajar adalah cara menyampaikan ilmu pengetahuan dan manfaat bagi anak secara lahir mauppun batin. Dengan demikian mengajar tidak saa dengan mendidik. Mengajar adalah bagian dari mendidik.

3. Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh

    1. Guru menuntun murid sesuai kodrat zaman, kodrat keadaan, kodrat alam sehingga anak mencapai kebahagiaan secara  lahir maupun batin.
    2. Proses pendampingan dilakukan menggunakan azas TRIKON yakni secara kontinyu, konvergen dan kosentris. 
    3. Kontinyu adalah pendampingan dilakukan secara terus menerus.
    4. Konvergen adaah mengambil materi, bahan, konsep  dari berbagai sumber tetapi disesuaikan dengan keadaan, kebuthan dan potensi murid
    5. Kosentris adalah pembelajaran dilakukan berdasarkan kepribadian kita sendiri. Bersikap terbuka terhadap metode dan model pembelajaran manapun, tetapi tetap kristis dan selektif terhadap pegaruh budaya luar, dimana budaya bangsa sendiri menjadi pusat dari pengaruh budaya luar.

    4. Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti

    1. kecerdasan budi pekerti merupakan kesatuan dari pikiran, perasaan dan kemauan untuk memperoleh tenaga dalam berperilaku. Kecerdasan Budi Pekerti mencakup  aspek,  kognitif dan psikomotorik.
    2. Teori konvergensi adalah perpaduan antara teori tabula rasa dan negatif. Perilaku positif murid perlu dikuatkan melalui pembiasaan agar dapat menguatkan kodrat murid.  

    5. Pendidikan Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan

    1. Guru dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu menjadi fasilitator dengan prinsip Ingarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Inilah yang disebut sistem among.
    2. Guru diharapakan memiliki "mindset among", menjadi teladan, membangkitkan semangat dan mendorong murid dengan perhatian dan kasih sayang sehingga murid dididik sesuai  kodrat alam dan kemerdekaan murid itu sendiri. Dengan demikian pembelajaran dilakukan dengan berpusat pada murid (Student Center Learning)

    Setelah membaca paparan ini, apabila Bapak Ibu berkenan, memberikan umpan balik melalui form berikut ini : Umpan Balik Merdeka Belajar atau melalu QR Code berikut ini :